HM Said Bela Menantu

Posted: Kamis, 22 April 2010 by Dua SAFA in Label: ,
0

Dukung Penuh Pencalonan Farid Sebagai Cawagub Kalsel
MANTAN Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhammad Said sepertinya masih ingin menampakan eksistensinya pada dunia politik. Betapa tidak, dalam keterangannya kemarin, M Said dengan tegas mendukung penuh pencalonan menantunya, Gusti Farid Hasan Aman sebagai calon wakil gubernur Kalsel mendampingi Sjachrani Mataja.
Tokoh Partai Golkar Kalimantan Selatan ini mengaku pencalonan sang menantu bersama Sjachrani Mataja tak pernah tercetus nada-nada larangan dari partai Golkar, organisasi yang selama ini menjadi tempat pengabdiannya.
“Meskipun dalam pencalonan ini tidak didukung oleh organisasinya, saya selaku anggota pini sepuh Partai Golkar akan mendukung penuh pencalonan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (SAFA) sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel periode 2010-2015,” ungkap Said.
Terlebih, terang Said, figure Sjachrani tak hanya tokoh di partai pohon beringin, namun keduanya tambah dia merupakan keluarga karena sama-sama memiliki datu nenek dari kota yang sama yakni Nagara, Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
“Sedangkan Farid adalah menantu saya dan anak kawan saya alm. Gt Hasan Aman, mantan Gubernur Kalsel pengganti saya,” ujarnya.
Menurutnya, dalam pandangan agama yang dianut, selama keduanya tidak melanggaran ajaran agama, merupakan kewajiban bagi diri dan keluarganya untuk membela dan mendukung SAFA.
“Saya sangat berterima kasih jika saudara-saudara, kawan-kawan saya memberi dukungan kepada mereka berdua,” ujarnya.
Diakhir keterangannya perssnya, Said berpesan agar pasangan SAFA berjuang dengan santun. “Dan kalau mereka jadi gubernur dan wakil gubernur Kalsel, saya berpesan berperilakulah dengan ikhlas dan amanah,” pungkasnya. (rdr,22/4)

Bursah Turun Gunung

Posted: Selasa, 20 April 2010 by Dua SAFA in Label:
0

,
Langsung Kumpulkan Jaringan PBR Se Kalsel

KETUA Umum Partai Bintang Reformasi (PBR), Bursah Zarnubi sepertinya tak ingin tinggal diam melihat calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel yang diusung partainya, pasangan Sjachrani Mataja – Gt Farid Hasan Aman.
Usai deklarasi akbar di GOR Hasanuddin Banjarmasin (18/4) lalu, Bursah mengaku akan ikut serta lebih melengkapi kekuatan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (SAFA) di pentas Pemilukada Kalsel 2010. “Kami akan mengumpulkan jaringan PBR se Kalsel dalam beberapa hari ini,” cetusnya.
Pertemuan akbar seluruh pengurus PBR dari tingkat DPW hingga PAC-PAC, terang dia, akan berembug menyusun strategi jitu agar proses pencalonan SAFA mulus hingga ke kursi Kalsel 1. “Kita ingin menyamakan persepsi lagi. Dan persepsi yang sama dalam mesin partai akan sangat mempengaruhi dukungan pada SAFA,” katanya.
Selain itu Bursah menambahkan, kekuatan persepsi juga cukup urgen untuk mensinergiskan kerja dan langkah-langkah yang ditempuh SAFA. Tujuannya, untuk terus mendorong kader dan simpatisan bahwa satu-satunya calon pemimpin yang jelas program dan visi misinya hanya pasangan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman.
Tak hanya persoalan persepsi saja yang akan dibahas dalam pertemuan besar tertutup tersebut. Menurut Bursah, agenda yang penting lainnya juga membahas agenda-agenda yang berfungsi untuk memaksimalkan peran dan fungsi mesin partai.
“Semua akan kita bahas dalam agenda tersebut. Fokus utama agenda yang akan kita gelar tak lain untuk memenangkan SAFA,” tukasnya.
Disinggung soal optimisme memenangkan Pemilukada Kalsel 2010 dalam satu putaran, Bursah dengan tegas menyatakan pihaknya sangat yakin, pasangan SAFA akan jauh mengungguli lawan-lawan politiknya di pesta demokrasi 2 Juni mendatang. “Kita sangat yakin, pasangan calon yang kita usung bisa menang dengan satu putaran,” imbuhnya.
Menurutnya, melihat dinamika dan kenyataan mesin partai, seluruh peran sudah dijalankan oleh masing-masing kader. Setiap kader, memiliki peran masing-masing dengan fokus konsentrasi menghantarkan pasangan SAFA menuju singgasana Kalsel 1.
Semua konsentrasi PBR saat ini, beber Bursah, fokus memenangkan pasangan calon kepala daerah baik untuk calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel, maupun pasangan calon walikota dan wakil walikota Banjarmasin yang diusung PBR.
Terlebih menurut dia, SAFA merupakan figur yang tak hanya sukses membangun daerahnya, namun juga sukses meyakinkan rakyat Kalsel bahwa pasangan yang bisa diserahi amanah kepemimpinan adalah SAFA. (rdr, 21/4)

Prioritaskan Isu Lingkungan

Posted: by Dua SAFA in Label:
0

KETUA Umum Partai Bintang Reformasi (PBR), Bursah Zarnubi dalam orasi politiknya disela deklarasi pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalimantan Selatan, Sjachrani Mataja & Gusti Farid Hasan Aman (SAFA), Minggu (18/4) di GOR Hasanuddin HM Banjarmasin menyatakan isu lingkungan masih menjadi isu dan problem utama di Kalimantan Selatan.

Untuk itu, pihaknya mendorong pasangan SAFA untuk lebih memprioritaskan isu-isu yang terkait dengan lingkungan dan pengelolaan pertambangan di Kalsel. “Saya mendorong pasangan SAFA untuk lebih memprioritaskan isu lingkungan,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Sebab, terang Bursah, isu-isu lingkungan yang belakangan berkembang sejalan dengan visi misi perjuangan SAFA menuju kursi Kalsel 1. “Visi dan misi perjuangan SAFA ini untuk memperbaiki sistem dan pengelolaan sumber daya energy khususnya pengelolaan pertambangan,” cetusnya.

Menurutnya, sejauh ini belum ada solusi menyeluruh akan pertambangan di Kalsel. Kondisi ini terang dia bisa dilihat dari sekian banyak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat eksploitasi besar-besaran akan sumber daya pertambangan.

“Jika sektor ini dikelola dengan baik, tentu kerusakan lingkungan tidak akan seperti saat ini yang semakin hari kian sukar diselesaikan,” katanya.

Rusaknya lingkungan dan ekosistem di Kalsel, tambah dia, kian menambah persoalan baru yang kerap menjadi rutinitas dalam kehidupan warga. Dampak negatif dari kerusakan lingkungan sedikit banyak menjadi beban tersendiri bagi rakyat Kalsel.

Persoalan banjir tahunan, dan tanah longsor misalnya, Bursah mengaku frekuensi bencana alam akibat kerusakan lingkungan semakin tak bisa dihindari. Itu lantaran menurutnya tingkat kerusakan lingkungan di Kalsel sudah semakin parah.

“Jika ini tidak segera dicarikan solusinya rakyat Kalsel juga yang akan merasakan dampak negatifnya, kita tidak mau sampai masalah ini terus berlarut dan menjadi beban yang berat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sjachrani Mataja saat dimintai komentarnya mengaku dalam visi misinya, pengelolaan pertambangan di Kalsel ditujukan bagi kesejahteraan rakyat. Selama itu, terang Bupati Kotabaru dua periode ini, pengelolaan pertambangan di Kalsel terlihat timpang.

Sebab sistem pengelolaan pertambangan masih diserahkan kepada pihak swasta dan royalty yang dihasilkan dari aktifitas eksploitasi pertambangan di Kalsel masih dominan masuk ke kas pemerintah pusat.

“Pengelolaan pertambangan seperti ini, hasilnya hanya dinikmati oleh orang luas bukan oleh rakyat Kalsel sendiri,” katanya.

Seharusnya, tambah dia, pemerintah pusat harus terus diberi masukan akan kondisi riil keberadaan sektor pertambangan tak berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat di daerah.

“Jika pengelolaannya dikelola langsung oleh pemerintah provinsi Kalsel sendiri, tentu yang menikmati hasil tambang itu lebih banyak rakyat di daerah. Makanya pengelolaan pertambangan di Kalsel harus segera diambil alih pemerintah provinsi agar rakyat Kalsel lebih banyak menikmati manfaat dari pengelolaan pertambangan,” cetusnya.(rdr, 19/4)

Pastikan Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Posted: by Dua SAFA in Label: ,
0

Deklarasi SAFA Meriah dan Santun

PENDIDIKAN dan kesehatan gratis ternyata bukan sekadar slogan yang diangkat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan, Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (SAFA) dalam setiap deklarasi. Pasalnya, kandidat dengan nomor urut 2 ini punya ramuan khusus bagaimana mewujudkan visi misinya kelak saat masyarakat Kalsel menitipkan impian dan memenangkan SAFA pada Pemilukada 2 Juni 2010 nanti.
Dalam orasi politiknya di sela deklarasi akbar di halaman GOR Hasanuddin Banjarmasin, Minggu (18/4), Sjachrani mengungkapkan komitmen SAFA menggratiskan pendidikan dan kesehatan berkaca pada indikator kemajuan sebuah negara.
Menurutnya, maju mundurnya negara tergantung dari kualitas sumber daya manusia. Untuk mencapai hal itu tambah Bupati Kotabaru dua periode ini, maka pendidikan harus bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pendidikan bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat jika pemerintah menggratiskannya. Dan ini adalah tanggung jawab dan peran sesungguhnya yang harus dijalankan seorang pemimpin, melayani dan mengayomi rakyatnya,” ungkapnya menggebu-gebu.
Di sisi lain, kualitas sumber daya manusia tidak akan tercapai jika kesehatannya belum sepenuhnya terjamin dengan baik. “Maka dari itu agar kesehatan masyarakat Kalsel terjamin, maka akses dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat juga harus digratiskan,” cetusnya.
Kalsel, terang dia, bisa mewujudkan pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis jika pengelolaan sumberdaya alam di Kalsel dikelola langsung oleh pemerintah daerah. Dengan begitu tambah dia, kekayaan alam yang ada benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat di daerah, bukan oleh pihak luar.
Pihaknya memastikan visi misi itu bisa direalisasikan hanya dengan dukungan penuh dari seluruh masyarakat. “Kalsel harus bisa lebih maju, dan kesejahteraan masyarakat juga harus meningkat. Maka dari itu, perubahan ini hanya akan bisa diwujudkan oleh pemimpin baru yang membawa perubahan bagi Kalsel sehat dan sejahtera,” teriaknya.
Menariknya Sjachrani sempat memuji para kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel yang turut serta berkompetisi di Pemilukada Kalsel 2010. Menurut Sjachrani, para kandidat calon yang ada merupakan putra banua dan calon-calon pemimpin terbaik Kalsel. Semua calon tambah dia, merupakan calon-calon pemimpin daerah pilihan, dan kemajuan Kalsel akan ditentukan hanya oleh seorang pemimpin terbaik di daerah ini.
Orasi politik SAFA ini pun mampu menghipnotis ribuan pendukungnya yang hadir. Berkali-kali pendukung SAFA meneriakan yel-yel bentuk dukungan penuh pada pencalonan SAFA sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel periode 2010-2015 dengan nomor urut 2 ini.
Suasana kian meriah ketika panitia membagi-bagikan doorpize utama jalan santai berupa sepeda motor matic. Sejumlah artis Ibukota seperti penyanyi dangdut Rita Sugiarto dan Cintya Sari kian menambah kemeriahan deklarasi. Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman pun melebur seolah tak ada sekat dengan masyarakat.
Itu terlihat ketika pertama kali keduanya naik ke panggung utama usai jalan santai. Masyarakat langsung dihibur dengan alunan music dan lagu dangdut. Meski jumlah masa yang datang lebih dari 4.000 masa, namun deklarasi tetap berlangsung tertib dan santun. (rdr, 19/4)

Visi Misi SAFA

Posted: by Dua SAFA in Label:
0


SAFA Hari Ini “Konser” di GOR Hasanuddin

Posted: Sabtu, 17 April 2010 by Dua SAFA in Label: ,
2

Boyong Artis Ibukota, Bagi-Bagi Hadiah Serba Dua

PANGGUNG berukuran raksasa layaknya hendak menggelar konser musik disiapkan untuk deklarasi pasangan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (SAFA) di GOR Hasanudin HM Banjarmasin pagi ini.
Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (17/4)sore, panggung utama berukuran besar sudah berdiri di halaman GOR Hasanudin Banjarmasin.
Sejumlah umbul-umbul bergambar masing-masing calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel yang diusung PBR dan PAN ini pun sudah terpasang berjejer rapi di sepanjang jalan masuk gelanggang olah raga tersebut.
Tak ketinggalan, sound system yang dipasang di kiri-kanan panggung utama seolah siap menyebar gelombang suara pasangan SAFA saat deklarasi Minggu pagi hari ini.
Ketua Tim Sukses Pasangan SAFA, Gusti Nata saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin kemarin mengatakan, sedikitnya akan ada
4.000 massa yang hadir dalam deklarasi akbar tersebut. Tak hanya itu, Gusti mengaku selain artis ibukota seperti Rita Sugiarto dan Cintya Sari, acara yang cukup bersejarah bagi pasangan SAFA ini juga nantinya bakal dirangkai dengan bagi-bagi hadiah serba dua.
“Karena nomor urut pasangan SAFA adalah dua, maka akan ada hadiah serba dua pada saat deklarasi besok (pagi hari ini, Red), dan ini terbuka bagi siapapun berhak mendapatkan hadiah,” ungkap Gusti Nata.

Selain itu, Gusti juga menjanjikan kesederhanaan deklarasi pasangan SAFA tak mengurangi kemeriahan deklarasi tersebut. “Makanya sebelum deklarasi kita awali dulu dengan jalan santai yang rutenya pendek agar tidak cepat capek,” katanya.
Rencana deklarasi sendiri tambah dia, akan dimulai dengan gerak jalan santai yang bakal dimulai sekira pukul 07.00 Wita dengan mengambil start di halaman GOR Hasanuddin.

Sebelumnya, Jumat (16/4) pasangan SAFA juga menggelar deklarasi serupa di Lapangan Hasan Basry Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. “Sambutannya luar biasa, dan kami yakin sambutan warga Kota Banjarmasin pun demikian pada saat deklarasi besar-besaran di GOR Hasanudin besok (hari ini, Red),” pungkasnya.
(rdr, 18/4)

Punya Tekad Sama Menang Satu Putaran

Posted: by Dua SAFA in Label: ,
0

OPTIMISME bisa memenangkan kompetisi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kalimantan Selatan cukup satu putaran saja tampaknya menjadi pemandangan yang menarik di tengah kuatnya prediksi bahwa pesta demokrasi ini bakal berlangsung dua putaran.
Salah satu pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur, Rudy Arifin dan Rudy Resnawan (Dua Rudy) misalnya, saat dimintai komentarnya mengatakan, pihaknya masih cukup optimis bisa memenangkan Pemilukada Kalsel 2010 dengan satu putaran. “Karena salah satu indikatornya, setiap kunjungan, warga selalu antusias menyambut,” cetus Rudy Arifin, figur sentral pasangan Dua Rudy kepada Radar Banjarmasin.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Dua Rudy Center, Budhi Rifani saat dikonfirmasi menyatakan kesiapan pihaknya memenangkan satu putaran. Salah satu parameter sikap tersebut, kata dia, bisa dilihat dari sejauh mana kesiapan tim menggoalkan jagoannya ke kursi Kalsel 1.
“Saat ini, semuanya kami sudah siap. Semua persiapan sudah kami lakukan, evaluasi dan sosialisasi juga sudah menyeluruh. Semua infrastruktur politik siap tinggal menunggu jadwal tahapan kampanye keluar dari KPU Kalsel,” ungkap Budhi.
Sejauh perjalanan Dua Rudy, tambahnya, warga pun memiliki kedekatan dan ikatan emosional dengan Dua Rudy sendiri.
Sementara itu, Ketua Tim Sukses Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (SAFA), Gusti Nata saat dimintai komentarnya kemarin (15/4) sempat menanyakan apakah kandidat lain sudah tak optimis lagi memenangkan satu putaran. “Apa yang lain tidak optimis lagi?,” cetusnya membuka wawancara dengan wartawan koran ini.
Sejak awal, beber Gusti Nata, baik tim maupun pasangan SAFA sendiri tetap optimis bisa memenangkan kompetisi ini satu putaran Pemilukada. “Dari awal perencanaan kita tidak berubah sampai saat ini. Kami masih tetap optimis bisa menang satu putaran. Dan ini modal kami memenangkan hati rakyat, rasa optimisme tim dan pendukung SAFA,” katanya.
Keyakinan bisa memenangkan satu putaran Pemilukada Kalsel 2010 ini, terang Gusti Nata, dilihat dari hasil survey yang terus dilakukan. “Sampai sekarang survey ke daerah-daerah masih terus kita lakukan, dan ini survey yang kesekian kalinya kami lakukan. Apalagi sekarang sudah ada konsultan politik, jauh lebih memudahkan upaya kami,” ungkap Nata.
Langkah memenangkan satu putaran, tambah dia, masih tetap konsisten dari perencanaan awal tim pemenangan SAFA.
Namun yang menarik, tambah dia, kehadiran konsultan politik di tim SAFA jauh lebih memberi konstribusi besar bagi pencapaian target memenangkan Pemilukada Kalsel satu putaran.
“Kehadiran konsultan bagi kami jelas sangat membantu. Karena kerja tim lebih terarah dan pencapaian target-target jadi lebih maksimal. Dan kondisi ini kita harapkan akan sampai pada puncak kemenangan pasangan SAFA pada pemungutan suara awal Juni nanti,” cetusnya.(rdr, 14/4)

Lancarkan Serangan Udara dan Darat

Posted: by Dua SAFA in Label: ,
0

MENJELANG tahapan kampanye Pemilukada Mei 2010 mendatang, nyaris seluruh kandidat sudah mulai berbenah. Jika sebelumnya strategi yang digunakan sudah menggunakan serangan udarat lewat media masa, dan darat lewat kunjungan langsung, kini para tim sukses memilih menggabungkan dua strategi yang sebelumnya sudah digunakan.
Tim dari kandidat pasangan Rudy Arifin dan Rudy Resnawan (Dua Rudy) pun mengakui kini pihaknya tinggal menunggu jadwal kampanye yang dikeluarkan KPU.
“Kita semuanya sudah siap. Koordinasi dengan parpol pendukung, relawan-relawan kita di daerah-daerah juga sudah mantap. Pengawas lapangan juga sudah sepenuhnya siap, tinggal menunggu jadwal kampanye dari KPU saja,” ungkap Wakil Ketua Dua Rudy Center, Budhi Rifani kepada Radar Banjarmasin, kemarin (13/4).
Meski demikian, pihaknya mengimbau seluruh pendukung Dua Rudy di daerah untuk terus menyukseskan setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan Dua Rudy di masing-masing daerah.
“Kita mengingatkan kepada para pendukung Dua Rudy untuk bergabung dalam kegiatan-kegiatan yang digelar Dua Rudy di daerah,” imbuhnya.
Secara umum persiapan menjelang kampanye nanti, Budhi mengaku seluruhnya persiapan dilakukan dengan sederhana, simple, mengundang banyak orang, dan tetap mengedepankan nilai-nilai religius.
Sedangkan
Ketua Tim Sukses kandidat pasangan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (SAFA) misalnya, untuk menggoalkan jagoannya Gusti Nata mengaku hingga detik ini, sejatinya tim SAFA jauh lebih siap menghadapi babak baru masa kampanye pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kalsel pertengahan Mei mendatang.
Menurut Gusti, belakangan pihaknya sudah menuntaskan evaluasi atas kerja yang sudah dilakukan timnya. Dalam waktu dekat, tambah Gusti, pihaknya juga bakal menggelar deklarasi puncak di Kota Banjarmasin.
“Tempatnya kita ubah dari rencana awal di Lapangan Kamboja, Insya Allah kita alihkan ke GOR Hasanuddin. Waktunya tetap hari Minggu 16 April 2010,” cetusnya.
Menurut Gusti, secara keseluruhan timnya sudah menyiapkan segala sesuatu yang akan digunakan pada masa kampanye nanti. “Saat ini infrastuktur politik, semua saksi dan tim-tim di daerah sudah kami siapkan. Tinggal menunggu jadwal kampanye dari KPU saja,” tukasnya.
Bagaimana pula strategi pemenangan HM Zairullah Azhar-Habib Aboe Bakar Al Habsyi? Habib Aboe Bakar Al Habsyi mengatakan, mereka mengedepankan empat kiat. Yaitu, silaturahmi, senyum, sapa dan mendoakan setiap warga Kalsel yang ditemui.
“Kita laksanakan silaturahmi ke semua lini dan ke tingkat paling bawah. Jangan sampai ada yang tertinggal,” kata Aboe Bakar.
Strategi lain adalah memantapkan peran saksi-saksi di Pemilukada Kalsel 2010. Lalu, didukung dengan melancarkan upaya simpati masyarakat, yang diistilahkan serangan udara dan darat. Semisal, melalui baliho, media massa dan lain-lain.
Dihubungi secara terpisah, HM Rosehan NB punya kiat tersendiri untuk menarik perhatian pada musim kampanye nanti. Yaitu dengan mengencangkan ikatan silaturrahmi. Ia juga mengaku tak bakal mengumbar janji-janji muluk ke masyarakat.
Rosehan pun juga mengajak semua pihak untuk tidak melakukan black capaign. “Marilah sama-sama tidak melakukan black campaign. Kalau ada tim kami melakukannya, akan saya pecat,” kata dia, yang membentuk tiga tim kampanye sampai ke ranting terdiri partai politik, relawan dan gabungan.
Cagub Kalsel di jalur independent H Khairil Wahyuni, memaparkan, dia dan Cawagub Kalsel H Alwi Sahlan (Khawal), lebih banyak mengkonsentrasikan diri menambah erat ikatan silaturahmi. “Perbanyak silaturahmi dengan masyarakat Kalsel. Simpatisan, kerabat dan relawan, terus bergerak menyosialisasikan bahwa Khawal merupakan satu-satunya pasangan cagub-cawagub Kalsel yang tidak ada kontrak politik dengan partai politik. Jadi, patut diingat dan digaris bawahi, kami (Khawal) diusung masyarakat Kalsel, bukan usungan partai politik. Artinya, kami diusung langsung masyarakat tanpa perantara atau suara pengusungannya diwakilkan kepada partai politik seperti kandidat-kandidat lain,” terangnya, kemarin.
Strategi dilancarkan tidak terlalu berlebihan, lebih mengandalkan simpatisan yang terus kontinyu setiap saat, sosialisasi Khawal di setiap kabupaten dan kota di Kalsel. “Kita tidak punya kantong basis massa, tapi massa kita ada di semua kabupaten dan kota,” ujarnya. (rdr, 11/4)

Safa Saingi ZA

Posted: by Dua SAFA in Label: ,
0

JASA konsultan politik sepertinya menjadi sarana paling efektif bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan untuk memenangkan kompetisi pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2010.

Betapa tidak, tak hanya kandidat pasangan Zairullah Azhar dan Habib Abu Bakar Alhabsy (ZA) saja yang memanfaatkan jasa tersebut, pasangan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (SAFA) pun rupanya tak main-main turut serta dalam pesta demokrasi di Kalsel ini. Mereka menggunakan jasa Oktagon Indonesia.

Ketua Pemenangan Pasangan SAFA, Gusti Nata saat dimintai komentarnya mengatakan, keinginan untuk menggunakan jasa konsultan politik sejatinya merupakan keinginan sejak awal pencalonan.

Baru tereksposenya keberadaan konsultan politik pasangan Bupati Kotabaru dua periode dan anggota DPD RI ini, terang dia, memang sudah dipersiapkan dan sengaja baru dimunculkan sejak penetapan pasangan SAFA sebagai calon gubernur dan wakil gubernur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel.

“Sudah sejak awal kita memang meniatkan untuk menggunakan jasa konsultan politik. Tujuannya agar, strategi pemenangan dan langkah-langkah meraih kemenangan lebih mantap dan terarah,” ungkapnya.

Gusti Nata membantah jika niatan menggunakan konsultan politik Oktagon Indonesia memang untuk menyaingi pasangan ZA dengan Fox Indonesia. Menurutnya, tak ada niatan sedikitpun bagi tim pasangan SAFA menggunakan jasa konsultan politik sebagai balas atas isu yang dihembuskan untuk menggoyang pencalonan pasangan SAFA.

“Tidak ada, bukan pula karena kami marah kepada ZA. Tujuannya tidak lain agar pemenangannya lebih terarah saja,” katanya.

Berdasarkan catatan Radar Banjarmasin, dari lima pasangan kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan, baru pasangan ZA dan SAFA saja yang menggunakan jasa konsultan politik untuk memperebutkan hati pemilih.

Sementara kandidat lain seperti Dua Rudy, Rossa dan Khawal hingga saat ini masih menggarap strategi pemenangan Pemilukada melalui tim bentukan partai poltik dan pengusung kandidat tersebut.

Bukan tidak mungkin kehadiran para konsultan politik ini boleh jadi akan mendongkrak popularitas keduanya dipentas Pemilukada Kalsel 2010. (rdr, 7/4)

SAFA Digoyang, ZA Untung

Posted: Minggu, 11 April 2010 by Dua SAFA in Label: , ,
0

Kultur Keduanya Berlatar Belakang Etnis Bugis
PAN Tak Mengendurkan Dukungan

BANJARMASIN – Ancaman bakal membekukan pengurus wilayah Partai Amanat Nasional Kalimantan Selatan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN dinilai pengamat politik di Banjarmasin sebagai pukulan telak bagi internal partai tersebut.
Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Banjarmasin, Muhammad Uhaib As’ad MSi menilai, jika ancaman DPP PAN Drajad Wibowo benar-benar terealisasi, bukan tidak mungkin ke depan PAN akan sulit bersaing ditengah ketatnya bargaining partai politik.
“Jika DPP PAN benar-benar membekukan pengurus di Kalsel, ini akan jadi blunder. Dan PAN ke depan akan sulit bergerak mengimbangi tempo permainan parpol lain,” ujarnya.
Di sisi lain, menurut kandidat doctor Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini, harus diakui, kencangnya angin yang menggoyang posisi kandidat pasangan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (SAFA) secara geopolitik jika pasangan ini gagal ikut serta dalam kompetsisi Pemilukada Kalsel 2010 akan menguntungkan bagi kandidat pasangan Zairullah Azhar dan Habib Abu Bakar Alhabsy (ZA).
Sebab, terang Uhaib, dominasi warga Kotabaru beretnis Bugis dan Mandar. Kultur tersebut, kata dia, nyaris sama dengan asal muasal kandidat pasangan Zairullah Azhar. “Etnis dan ikatan kesukuan meski tak sekuat ikatan ideology merupakan cara dan proses pendekatan yang cukup efektif untuk merebut simpati. Dan ini saya kira, salah satu dari sekian banyak cara yang dilakukan kandidat untuk menghipnotis masyarakat,” cetusnya.
Selain itu, lanjut Uhaib, Kabupaten Kotabaru secara geografis memiliki kesamaan dengan daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Kesamaan tersebut lantaran Kabupaten Kotabaru merupakan daerah pecahan dari Kabupaten Tanah Bumbu.
“Setidaknya warga Kotabaru masih memiliki kedekatan emosional dengan kepala daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Dan saya melihat, ZA sebagai bupati di Tanah Bumbu memiliki pengaruh besar di Kotabaru. Terlebih ayahnya pernah menjabat sebagai camat di salah satu kecamatan di Kabupaten Kotabaru,” ungkapnya.
Namun demikian, kalaupun toh akhirnya Safa bisa bertahan di zona kuning, perolehan suara yang akan didulang Safa dan ZA di Kotabaru fivety-fivety. “Kalau tetap sampai akhir, perolehannya seimbang saya kira,” imbuhnya. \
Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan sepertinya tak ingin berlarut-larut ditengah kencangnya terpaan isu menggoyang pasangan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (Safa) yang didukung PAN. Pengurus PAN Kalsel pun enggan mengambil pusing dengan banyaknya masalah yang sejatinya bukan masalah internal parpol.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Kalimantan Selatan, Nahwan SA kepada Radar Banjarmasin mengatakan, PAN lebih memilih mempersiapkan rencana deklarasi kandidat pasangan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (SAFA) awal april mendatang.
“Kami sudah berkoordinasi dengan tim inti SAFA. Dari PAN kami sudah siap, segala infrastruktur juga sudah oke,” katanya.
Sosialisasi ke publik sendiri terang Nahwan baru akan dilakukan setelah ada penetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel tentang pencalonan SAFA sebagai calon gubernur dan wakil gubernur periode 2010-2015.
“Karena kita paling belakangan, jadi mau tidak mau harus gerak cepat. Makannya deklarasinya juga di setiap kabupaten/kota. Itu salah satu rencana semula yang akan kita jalankan,” cetusnya.
Nahwan mengaku, dirinya tetap optimis pencalonan pasangan SAFA akan mulus setelah melewati badai yang sempat menggoyangkan pasangan kandidat safa berturut-turut belakangan ini.
Disinggung soal adanya pengurus PAN Kabupaten Banjar, Supiansyah yang berencana menggugat pencalonan Safa, Nahwan mengakui tak akan mempersoalkan itu terlebih dahulu. “Akan tetapi, kalau dia terus-terus mengganggu pencalonan Safa, tidak menutup kemungkinan kita akan ambil jalur hokum,” tukasnya.
Terlebih, terang Nahwan, Supiansyah yang belakangan getol menggoyang pencalonan gubernur dari PAN ini, kata dia, bukan lagi pengurus resmi sejak dua bulan terakhir. “Dia sudah dibekukan. Jadi dia bukan pengurus PAN Kabupaten Banjar lagi. Dan keputusan membekukan dia pun sudah benar, karena melanggar pedoman organisasi,” ujarnya.
Lantaran statusnya sudah bukan lagi pengurus PAN, lanjut Nahwan, pihaknya tak akan segan-segan memperkarakan setiap perbuatannya terhadap kebijakan yang dikeluarkan PAN. Sebab secara struktural maupun fungsional, orang luar tak berhak mengganggu kebijakan internal partai. “Kalau masih saja mengganggu pencalonan SAFA, kami akan mengambil jalur hukum,” imbuhnya. (*)
Open Source : Radar Banjarmasin

Deklarasi Perdana SAFA di Daha Selatan

Posted: Sabtu, 10 April 2010 by Dua SAFA in Label:
3

KANDANGAN – Janji kandidat pasangan bakal calon gubernur dan wagub Sjachrani Mataja –

Gt Farid Hasan Aman untuk melakukan deklarasi di setiap kabupaten/kota di Kalsel sudah dibuktikan kemarin.
Usai menggelar haulan datunya Sjachrani, yakni Datu Matyasin di Masjid Taqwa Iberahim, Nagara, Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sabtu (3/4), pasangan yang dikenal dengan sebutan SAFA ini melakukah deklarasi perdana di lokasi yang tak jauh dengan tempat digelarnya haulan leluhur Sjachrani.
Dalam orasinya, Sjachrani menyatakan siap memimpin dan membawa Kalimantan Selatan menuju kesejahteraan. Tak banyak materi orasi yang disampaikan Sjachrani. Gusti Farid Hasan Aman pendampingnya pun tak sempat berorasi dihadapan ribuan jamaah haulan Datu Matyasin kemarin.
Tokoh-tokoh politik pun tak hadir dalam acara sakral ini. Hanya beberapa kerabat dan orang penting di daerah itu saja yang ikut mendampingi Sjachrani dan Farid mendeklarasikan pencalonannya sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan.
Sjachrani mengatakan, deklarsi perdananya tanpa direncanakan sehingga terlihat biasa dan seadanya tanpa dihadiri tokoh-tokoh politik parpol pengusung pasangan ini. “Itu tadi (deklarasi) perdana. Tidak ada perencanaan, semuanya terjadi begitu saja. Karena melihat banyak warga yang datang, akhirnya sekalian saja saya mendeklarasikan diri. Momen ini kan tidak dua kali datang,” katanya.
Dia mengaku tak menyangka warga yang datang dalam acara haulan datunya hingga mencapai ribuan orang. “Awalnya saya tidak menyangka ini bisa dipenuhi warga Nagara. Mungkin karena saya juga bisa, atau juga bisa karena ada Guru Danau,” katanya. Meski demikian, Sjachrani tak ingin melewatkan kesempatan yang sama dua kali. Dalam deklarasinya yang kedua, Sjachrani mengaku rencananya akan dihadiri Ketua MPP PAN, Amien Rais.
“Saya sudah berkomunikasi soal rencana kedatangan beliau di acara deklarasi kedua saya di Banjarmasin. Mudahan beliau bisa datang,” imbuhnya. Menurutnya, kehadiran Amien Rais ke Banjarmasin tak hanya dalam rangka deklarasi keduanya. “Kedatangan Pak Amin sebagai legitimasi sekaligus menepis anggapan adanya dualisme antara DPW dan DPP PAN soal pencalonan saya,” ujarnya.
Deklarasi kedua pasangan Safa ini rencannya digelar di Lapangan Kamboja Banjarmasin, 10 April mendatang. Tak hanya tokoh politik, deklarasi keduanya juga akan dihadiri sejumlah artis ibu kota speerti Rita Sugiarto dan Cyntia Sari. “Selain tokoh politik, tokoh yang lainnya seperti Rita Sugiarto dan Cyntia Sari juga akan datang,” katanya melontarkan guyonan kepada wartawan. (www.radarbanjarmasin.com)

Sjachrani Ternyata Asli Urang Nagara

Posted: by Dua SAFA in Label:
1

Dapat Restu Ibu Membawa Kalsel Lebih Sejahtera


NAGARA – Asli urang banua sepertinya bukan hanya identik dengan salah satu kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan saja, kandidat calon gubernur Kalsel Sjachrani Mataja pun ternyata memiliki silsilah asli urang banua yakni asli urang Nagara, Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kendati Sjachrani kecil banyak dibesarkan di Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru, namun leluhurnya yakni Datu Matyasin merupakan tokoh masyarakat yang tinggal dan penduduk asli Nagara.

Sjachrani lahir dari rahim Siti Mariam. Matyasin merupakan kakek Siti Mariam. Matyasin memiliki lima keturunan diantaranya H Bakri, H Sahari, H Seman, H Karang Intan dan Hj Saidah. Silsilah Sjachrani sendiri terhubung lewat putra ketiga Datu Matyasin yakni H Seman. Dari pernikahan H Seman ini kemudian memiliki putra yakni Guru Romansyah. Nah anak dari H Seman yakni Guru Romansyah ini adalah ayah dari Siti Mariam yang merupakan ibunda Sjachrani Mataja.

Cerita itupun diungkapkan disela haulan datunya Sjachrani Mataja. Air mata “Mamarina” – sebutan Ibunda Sjachrani Mataja yakni Siti Mariam (72) tak terbendung lagi. Kelopak matanyanya terlihat membengkak saat menghadiri haulan kakeknya, Matyasin datu dari Sjachrani Mataja di mesjid Taqwa Iberahim, Nagara Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sabtu (3/4) siang.

Siti Mariam duduk dibarisan kaum ibu-ibu tepat dibelakang barisan kaum laki-laki saat hadir di acara haulan tersebut, dia juga didampingi kemenakannya. Kepada Radar Banjarmasin, Siti mengaku terharu, sebab menurut dia haulan kakeknya tersebut baru kali pertama digelar setelah 50 tahun meninggal.

Dia mengaku perasaannya tak menentu, ada rasa sedih namun juga bahagia karena haulan sang kakek yang dimpi-impikannya akhirnya baru terwujud berkat sang putra kesayangannya hadir di Nagara.

“Saya gembira sekali, tapi saya juga sedih selama acara haulan itu, saya ingat wajah kakek. Dan Alhamdulillah keturunannya yakni anak saya Sjachrani peduli dengan keluarga. Itu yang membuat saya menangis namun bahagia,” kenangnya.

Meskipun demikian, dia tetap bersyukur karena keturunannya akhirnya bisa memberikan perubahan bagi daerah.

Diapun menitip pesan kepada Sjachrani putranya, agar tetap menjaga hak-hak masyarakat. “Mudah-mudahan sukses saja anak saya, saya restui mudahan jadi pemimpin yang bisa mengangkat harkat martabat warga Kalsel. Dapat rezeki, masyarakatnya juga terayomi, dan bermanfaat bagi semua orang,” ujarnya.

Usai mengelar Haulan, duka Siti Mariam pun kian menjadi ketika tiba di kediaman kakeknya. Salah satu dinding rumah berbentuk rumah Banjar pun ia cium seolah ada rasa bahagia bercampur rasa kangen yang tiada tara.

Di rumah yang nyaris terlihat masih asri dan masih terjaga baik hingga kini itupun langsung digelar selamatan atas kedatangannya putranya ke tanah leluhurnya. Siti Mariam terlihat tak henti-hentinya melemparkan senyum. Sesekali dia bercanda dengan sanak keluarga.

Pemandangan ini terlihat kontras ketika ia berada di Mesjid Taqwa Iberahim saat haulan kakeknya digelar.

“Alhamdulillah semua berkumpul kembali di sini,” ujarnya.

Sjachrani Mataja sendiri saat dimintai komentarnya mengaku awalnya tak tahu menahu jika datunya memang asli orang Nagara HSS.

Diceritakannya, datu hanya pernah bercerita tentang Nagara, namun tak pernah mengajaknya ke daerah yang disebut-sebutkannya hingga ia tiada. Masa berselang beberapa tahun, keluarga besarnya dari Nagara datang ke Banjarmasin dan bercerita banyak soal Nagara.

Dari situlah kata dia, certia penelusuran datunya dimulai dan akhirnya menemui titik temu setelah menanyakan silsilah sebenarnya kepada keluarga besar, bahwa sang datu yakni Matyasin adalah asli orang nagara.

“Semua keluarga datang dan menceritakan semuanya tentang asal-usul keluarga ini,” pungkasnya. (www.radarbanjarmasin.com)

Safa Kunjungi Makam Sultan Suriansyah

Posted: by Dua SAFA in Label: ,
0

Janji Memperhatikan Situs Budaya Banjar

BANJARMASIN – Aksi menjiarahi makam Pangeran Sultan Suriansyah sepertinya bukan hanya dilakukan kandidat pasangan bakal calon gubuernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan, Zairullah Azhar dan Habib Abubakar Alhabsy (ZA). Kandidat pasangan Sjachrani Mataja dan HG Farid Hasan Aman (Safa) pun melakukan hal serupa, Jumat (2/4) siang.
Namun bedanya, jika kandidat pasangan ZA lebih identik dengan semarak kemeriahan beraroma formal, berbeda dengan Safa. Keduanya datang tanpa seremoni khusus layaknya seorang pejiarah kebanyakan.
Pasangan yang diusung Partai Bintang Reformasi dan Partai Amanat Nasional ini, hadir sekira pukul 08.30 Wita di makam yang kini menjadi situs budaya Banjar. Tiba pertama kali Sjachrani Mataja, keemudian tak lama berselang HG Farid Hasan Aman pun tiba.
Nyaris tak ada batas antara keduanya dengan warga. Keduanya menyatu layaknya warga biasa yang hendak berjiarah ke makam Raja Banjar. Sesekali keduanya menyalami warga yang dilalui seraya menyapa dengan kalimat salam.
Sesaat tiba di makam, Sjachrani langsung membacakan surah Yasin dan berzikir tepat di depan makam Sultan Suriansyah. Selang lima belas menit kemudian, Sjachrani pun menabur kembang di hampir seluruh makam yang ada di komplek makam Sultan Suriansyah di Kecamatan Kuin Selatan Banjarmasin.
Kepada Radar Banjarmasin, setelah merampungkan jiarah, Sjachrani mengatakan kegiatan yang dilakukannya bersama pendampingnya HG Farid Hasan Aman sebagai bentuk penghormatan generasi muda kepada generasi terdahulu.
“Kita menghormati dan memberi do’a kepada setiap generasi khsusunya Sultan Suriansyah. Semoga beliau mendapat tempat yang terbaik disisi Allah SWT,” ujarnya.
Sebagai calon gubernur Kalimantan Selatan terang Sjachrani, berjiarah ke Makam Sultan Suriansyah bisa dimaknai dengan meminta ijin untuk meneruskan dinasti pemerintahan di Kalimantan Selatan.
“Bukan berarti kita menomor satukan hal-hal yang sudah gaib. Namun ini bentuk penghormatan, sekaligus menjalankan anjuran Rosullullah SAW,” tukasnya.
Disentil soal programnya melestarikan budaya Banjar, Sjachrani berjanji akan lebih memperhatikan makam Sultan Suriansyah sebagai salah satu situs budaya Banjar yang harus dipelihara.
“Ini situs yang harus kita jaga. Kita bisa membangun seberapa pun banyaknya situs, namun yang lebih penting juga adalah bagaimana kita memberikan nilai terhadap setiap situs dan benda cagar budaya Banjar,” katanya.
Bagaimanapun, terang dia, keberadaan situs-situs budaya telah memberi andil besar terhadap pembangunan. Terlebih warna pada masing-masing situs memiliki perbedaan dan ciri khas tersendiri, sehingga tak bisa dipungkiri jika keberadaannya juga memberi peran besar terhadap kekayaan dan khazanah budaya Banjar di Kalimantan Selatan. (www.radarbanjarmasin.com)