SAFA Digoyang, ZA Untung

Posted: Minggu, 11 April 2010 by Dua SAFA in Label: , ,
0

Kultur Keduanya Berlatar Belakang Etnis Bugis
PAN Tak Mengendurkan Dukungan

BANJARMASIN – Ancaman bakal membekukan pengurus wilayah Partai Amanat Nasional Kalimantan Selatan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN dinilai pengamat politik di Banjarmasin sebagai pukulan telak bagi internal partai tersebut.
Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Banjarmasin, Muhammad Uhaib As’ad MSi menilai, jika ancaman DPP PAN Drajad Wibowo benar-benar terealisasi, bukan tidak mungkin ke depan PAN akan sulit bersaing ditengah ketatnya bargaining partai politik.
“Jika DPP PAN benar-benar membekukan pengurus di Kalsel, ini akan jadi blunder. Dan PAN ke depan akan sulit bergerak mengimbangi tempo permainan parpol lain,” ujarnya.
Di sisi lain, menurut kandidat doctor Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini, harus diakui, kencangnya angin yang menggoyang posisi kandidat pasangan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (SAFA) secara geopolitik jika pasangan ini gagal ikut serta dalam kompetsisi Pemilukada Kalsel 2010 akan menguntungkan bagi kandidat pasangan Zairullah Azhar dan Habib Abu Bakar Alhabsy (ZA).
Sebab, terang Uhaib, dominasi warga Kotabaru beretnis Bugis dan Mandar. Kultur tersebut, kata dia, nyaris sama dengan asal muasal kandidat pasangan Zairullah Azhar. “Etnis dan ikatan kesukuan meski tak sekuat ikatan ideology merupakan cara dan proses pendekatan yang cukup efektif untuk merebut simpati. Dan ini saya kira, salah satu dari sekian banyak cara yang dilakukan kandidat untuk menghipnotis masyarakat,” cetusnya.
Selain itu, lanjut Uhaib, Kabupaten Kotabaru secara geografis memiliki kesamaan dengan daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Kesamaan tersebut lantaran Kabupaten Kotabaru merupakan daerah pecahan dari Kabupaten Tanah Bumbu.
“Setidaknya warga Kotabaru masih memiliki kedekatan emosional dengan kepala daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Dan saya melihat, ZA sebagai bupati di Tanah Bumbu memiliki pengaruh besar di Kotabaru. Terlebih ayahnya pernah menjabat sebagai camat di salah satu kecamatan di Kabupaten Kotabaru,” ungkapnya.
Namun demikian, kalaupun toh akhirnya Safa bisa bertahan di zona kuning, perolehan suara yang akan didulang Safa dan ZA di Kotabaru fivety-fivety. “Kalau tetap sampai akhir, perolehannya seimbang saya kira,” imbuhnya. \
Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan sepertinya tak ingin berlarut-larut ditengah kencangnya terpaan isu menggoyang pasangan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (Safa) yang didukung PAN. Pengurus PAN Kalsel pun enggan mengambil pusing dengan banyaknya masalah yang sejatinya bukan masalah internal parpol.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Kalimantan Selatan, Nahwan SA kepada Radar Banjarmasin mengatakan, PAN lebih memilih mempersiapkan rencana deklarasi kandidat pasangan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (SAFA) awal april mendatang.
“Kami sudah berkoordinasi dengan tim inti SAFA. Dari PAN kami sudah siap, segala infrastruktur juga sudah oke,” katanya.
Sosialisasi ke publik sendiri terang Nahwan baru akan dilakukan setelah ada penetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel tentang pencalonan SAFA sebagai calon gubernur dan wakil gubernur periode 2010-2015.
“Karena kita paling belakangan, jadi mau tidak mau harus gerak cepat. Makannya deklarasinya juga di setiap kabupaten/kota. Itu salah satu rencana semula yang akan kita jalankan,” cetusnya.
Nahwan mengaku, dirinya tetap optimis pencalonan pasangan SAFA akan mulus setelah melewati badai yang sempat menggoyangkan pasangan kandidat safa berturut-turut belakangan ini.
Disinggung soal adanya pengurus PAN Kabupaten Banjar, Supiansyah yang berencana menggugat pencalonan Safa, Nahwan mengakui tak akan mempersoalkan itu terlebih dahulu. “Akan tetapi, kalau dia terus-terus mengganggu pencalonan Safa, tidak menutup kemungkinan kita akan ambil jalur hokum,” tukasnya.
Terlebih, terang Nahwan, Supiansyah yang belakangan getol menggoyang pencalonan gubernur dari PAN ini, kata dia, bukan lagi pengurus resmi sejak dua bulan terakhir. “Dia sudah dibekukan. Jadi dia bukan pengurus PAN Kabupaten Banjar lagi. Dan keputusan membekukan dia pun sudah benar, karena melanggar pedoman organisasi,” ujarnya.
Lantaran statusnya sudah bukan lagi pengurus PAN, lanjut Nahwan, pihaknya tak akan segan-segan memperkarakan setiap perbuatannya terhadap kebijakan yang dikeluarkan PAN. Sebab secara struktural maupun fungsional, orang luar tak berhak mengganggu kebijakan internal partai. “Kalau masih saja mengganggu pencalonan SAFA, kami akan mengambil jalur hukum,” imbuhnya. (*)
Open Source : Radar Banjarmasin

0 komentar: