Safa Kunjungi Makam Sultan Suriansyah

Posted: Sabtu, 10 April 2010 by Dua SAFA in Label: ,
0

Janji Memperhatikan Situs Budaya Banjar

BANJARMASIN – Aksi menjiarahi makam Pangeran Sultan Suriansyah sepertinya bukan hanya dilakukan kandidat pasangan bakal calon gubuernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan, Zairullah Azhar dan Habib Abubakar Alhabsy (ZA). Kandidat pasangan Sjachrani Mataja dan HG Farid Hasan Aman (Safa) pun melakukan hal serupa, Jumat (2/4) siang.
Namun bedanya, jika kandidat pasangan ZA lebih identik dengan semarak kemeriahan beraroma formal, berbeda dengan Safa. Keduanya datang tanpa seremoni khusus layaknya seorang pejiarah kebanyakan.
Pasangan yang diusung Partai Bintang Reformasi dan Partai Amanat Nasional ini, hadir sekira pukul 08.30 Wita di makam yang kini menjadi situs budaya Banjar. Tiba pertama kali Sjachrani Mataja, keemudian tak lama berselang HG Farid Hasan Aman pun tiba.
Nyaris tak ada batas antara keduanya dengan warga. Keduanya menyatu layaknya warga biasa yang hendak berjiarah ke makam Raja Banjar. Sesekali keduanya menyalami warga yang dilalui seraya menyapa dengan kalimat salam.
Sesaat tiba di makam, Sjachrani langsung membacakan surah Yasin dan berzikir tepat di depan makam Sultan Suriansyah. Selang lima belas menit kemudian, Sjachrani pun menabur kembang di hampir seluruh makam yang ada di komplek makam Sultan Suriansyah di Kecamatan Kuin Selatan Banjarmasin.
Kepada Radar Banjarmasin, setelah merampungkan jiarah, Sjachrani mengatakan kegiatan yang dilakukannya bersama pendampingnya HG Farid Hasan Aman sebagai bentuk penghormatan generasi muda kepada generasi terdahulu.
“Kita menghormati dan memberi do’a kepada setiap generasi khsusunya Sultan Suriansyah. Semoga beliau mendapat tempat yang terbaik disisi Allah SWT,” ujarnya.
Sebagai calon gubernur Kalimantan Selatan terang Sjachrani, berjiarah ke Makam Sultan Suriansyah bisa dimaknai dengan meminta ijin untuk meneruskan dinasti pemerintahan di Kalimantan Selatan.
“Bukan berarti kita menomor satukan hal-hal yang sudah gaib. Namun ini bentuk penghormatan, sekaligus menjalankan anjuran Rosullullah SAW,” tukasnya.
Disentil soal programnya melestarikan budaya Banjar, Sjachrani berjanji akan lebih memperhatikan makam Sultan Suriansyah sebagai salah satu situs budaya Banjar yang harus dipelihara.
“Ini situs yang harus kita jaga. Kita bisa membangun seberapa pun banyaknya situs, namun yang lebih penting juga adalah bagaimana kita memberikan nilai terhadap setiap situs dan benda cagar budaya Banjar,” katanya.
Bagaimanapun, terang dia, keberadaan situs-situs budaya telah memberi andil besar terhadap pembangunan. Terlebih warna pada masing-masing situs memiliki perbedaan dan ciri khas tersendiri, sehingga tak bisa dipungkiri jika keberadaannya juga memberi peran besar terhadap kekayaan dan khazanah budaya Banjar di Kalimantan Selatan. (www.radarbanjarmasin.com)

0 komentar: