Safa Saingi ZA

Posted: Sabtu, 17 April 2010 by Dua SAFA in Label: ,
0

JASA konsultan politik sepertinya menjadi sarana paling efektif bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan untuk memenangkan kompetisi pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2010.

Betapa tidak, tak hanya kandidat pasangan Zairullah Azhar dan Habib Abu Bakar Alhabsy (ZA) saja yang memanfaatkan jasa tersebut, pasangan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (SAFA) pun rupanya tak main-main turut serta dalam pesta demokrasi di Kalsel ini. Mereka menggunakan jasa Oktagon Indonesia.

Ketua Pemenangan Pasangan SAFA, Gusti Nata saat dimintai komentarnya mengatakan, keinginan untuk menggunakan jasa konsultan politik sejatinya merupakan keinginan sejak awal pencalonan.

Baru tereksposenya keberadaan konsultan politik pasangan Bupati Kotabaru dua periode dan anggota DPD RI ini, terang dia, memang sudah dipersiapkan dan sengaja baru dimunculkan sejak penetapan pasangan SAFA sebagai calon gubernur dan wakil gubernur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel.

“Sudah sejak awal kita memang meniatkan untuk menggunakan jasa konsultan politik. Tujuannya agar, strategi pemenangan dan langkah-langkah meraih kemenangan lebih mantap dan terarah,” ungkapnya.

Gusti Nata membantah jika niatan menggunakan konsultan politik Oktagon Indonesia memang untuk menyaingi pasangan ZA dengan Fox Indonesia. Menurutnya, tak ada niatan sedikitpun bagi tim pasangan SAFA menggunakan jasa konsultan politik sebagai balas atas isu yang dihembuskan untuk menggoyang pencalonan pasangan SAFA.

“Tidak ada, bukan pula karena kami marah kepada ZA. Tujuannya tidak lain agar pemenangannya lebih terarah saja,” katanya.

Berdasarkan catatan Radar Banjarmasin, dari lima pasangan kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan, baru pasangan ZA dan SAFA saja yang menggunakan jasa konsultan politik untuk memperebutkan hati pemilih.

Sementara kandidat lain seperti Dua Rudy, Rossa dan Khawal hingga saat ini masih menggarap strategi pemenangan Pemilukada melalui tim bentukan partai poltik dan pengusung kandidat tersebut.

Bukan tidak mungkin kehadiran para konsultan politik ini boleh jadi akan mendongkrak popularitas keduanya dipentas Pemilukada Kalsel 2010. (rdr, 7/4)

0 komentar: