Lancarkan Serangan Udara dan Darat

Posted: Sabtu, 17 April 2010 by Dua SAFA in Label: ,
0

MENJELANG tahapan kampanye Pemilukada Mei 2010 mendatang, nyaris seluruh kandidat sudah mulai berbenah. Jika sebelumnya strategi yang digunakan sudah menggunakan serangan udarat lewat media masa, dan darat lewat kunjungan langsung, kini para tim sukses memilih menggabungkan dua strategi yang sebelumnya sudah digunakan.
Tim dari kandidat pasangan Rudy Arifin dan Rudy Resnawan (Dua Rudy) pun mengakui kini pihaknya tinggal menunggu jadwal kampanye yang dikeluarkan KPU.
“Kita semuanya sudah siap. Koordinasi dengan parpol pendukung, relawan-relawan kita di daerah-daerah juga sudah mantap. Pengawas lapangan juga sudah sepenuhnya siap, tinggal menunggu jadwal kampanye dari KPU saja,” ungkap Wakil Ketua Dua Rudy Center, Budhi Rifani kepada Radar Banjarmasin, kemarin (13/4).
Meski demikian, pihaknya mengimbau seluruh pendukung Dua Rudy di daerah untuk terus menyukseskan setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan Dua Rudy di masing-masing daerah.
“Kita mengingatkan kepada para pendukung Dua Rudy untuk bergabung dalam kegiatan-kegiatan yang digelar Dua Rudy di daerah,” imbuhnya.
Secara umum persiapan menjelang kampanye nanti, Budhi mengaku seluruhnya persiapan dilakukan dengan sederhana, simple, mengundang banyak orang, dan tetap mengedepankan nilai-nilai religius.
Sedangkan
Ketua Tim Sukses kandidat pasangan Sjachrani Mataja dan Gusti Farid Hasan Aman (SAFA) misalnya, untuk menggoalkan jagoannya Gusti Nata mengaku hingga detik ini, sejatinya tim SAFA jauh lebih siap menghadapi babak baru masa kampanye pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kalsel pertengahan Mei mendatang.
Menurut Gusti, belakangan pihaknya sudah menuntaskan evaluasi atas kerja yang sudah dilakukan timnya. Dalam waktu dekat, tambah Gusti, pihaknya juga bakal menggelar deklarasi puncak di Kota Banjarmasin.
“Tempatnya kita ubah dari rencana awal di Lapangan Kamboja, Insya Allah kita alihkan ke GOR Hasanuddin. Waktunya tetap hari Minggu 16 April 2010,” cetusnya.
Menurut Gusti, secara keseluruhan timnya sudah menyiapkan segala sesuatu yang akan digunakan pada masa kampanye nanti. “Saat ini infrastuktur politik, semua saksi dan tim-tim di daerah sudah kami siapkan. Tinggal menunggu jadwal kampanye dari KPU saja,” tukasnya.
Bagaimana pula strategi pemenangan HM Zairullah Azhar-Habib Aboe Bakar Al Habsyi? Habib Aboe Bakar Al Habsyi mengatakan, mereka mengedepankan empat kiat. Yaitu, silaturahmi, senyum, sapa dan mendoakan setiap warga Kalsel yang ditemui.
“Kita laksanakan silaturahmi ke semua lini dan ke tingkat paling bawah. Jangan sampai ada yang tertinggal,” kata Aboe Bakar.
Strategi lain adalah memantapkan peran saksi-saksi di Pemilukada Kalsel 2010. Lalu, didukung dengan melancarkan upaya simpati masyarakat, yang diistilahkan serangan udara dan darat. Semisal, melalui baliho, media massa dan lain-lain.
Dihubungi secara terpisah, HM Rosehan NB punya kiat tersendiri untuk menarik perhatian pada musim kampanye nanti. Yaitu dengan mengencangkan ikatan silaturrahmi. Ia juga mengaku tak bakal mengumbar janji-janji muluk ke masyarakat.
Rosehan pun juga mengajak semua pihak untuk tidak melakukan black capaign. “Marilah sama-sama tidak melakukan black campaign. Kalau ada tim kami melakukannya, akan saya pecat,” kata dia, yang membentuk tiga tim kampanye sampai ke ranting terdiri partai politik, relawan dan gabungan.
Cagub Kalsel di jalur independent H Khairil Wahyuni, memaparkan, dia dan Cawagub Kalsel H Alwi Sahlan (Khawal), lebih banyak mengkonsentrasikan diri menambah erat ikatan silaturahmi. “Perbanyak silaturahmi dengan masyarakat Kalsel. Simpatisan, kerabat dan relawan, terus bergerak menyosialisasikan bahwa Khawal merupakan satu-satunya pasangan cagub-cawagub Kalsel yang tidak ada kontrak politik dengan partai politik. Jadi, patut diingat dan digaris bawahi, kami (Khawal) diusung masyarakat Kalsel, bukan usungan partai politik. Artinya, kami diusung langsung masyarakat tanpa perantara atau suara pengusungannya diwakilkan kepada partai politik seperti kandidat-kandidat lain,” terangnya, kemarin.
Strategi dilancarkan tidak terlalu berlebihan, lebih mengandalkan simpatisan yang terus kontinyu setiap saat, sosialisasi Khawal di setiap kabupaten dan kota di Kalsel. “Kita tidak punya kantong basis massa, tapi massa kita ada di semua kabupaten dan kota,” ujarnya. (rdr, 11/4)

0 komentar: